News & Stories

Baptisan

Ketika kita membaca Alkitab, harus hati2 dalam meneliti arti kata (semantik), dan arti teologis.

Makna kata “baptis” = dicelup / dimasukkan.
Yohanes Pembaptis membaptis orang Israel, mencelup mereka di air S.
Yordan. Tidak ada kesulitan di alam arti kata “baptis.”

Kita juga bisa memakai kata gabungan “Baptis api” = dicelup / dimasukan
ke dalam api. Bisa kita tafsirkan sebagai hukuman. Pemakaian kata ini
sudah bukan arti hurufiah lagi. Dibakar dengan api, merupakan kiasan
tentang neraka. Yesus juga memberi kiasan neraga sebagai tempat yg
gelap, jauh dari kehangatan terang ilahi. Jika tafsirannya hurufiah,
apakah ada api yg gelap?

Ketika kita bicara ritual baptis, pengertiannya bukan sekedar arti kata
(semantik), tapi yg terutama adalah pengertian teologis:

1. Baptisan Yohanes.
Kaum Essene juga memakai ritual Baptis. Mereka memisahkan Israel
Biologis, dan Israel yg sejati, anak2 terang yg taat kepada Tuhan.
Israel Biologis dianggap sama dengan orang kafir. Ketika Yohanes
Pembaptis meminta bangsa Israel dibaptis, dia berkata, “Bangsa Israel
sama dengan bangsa kafir, ada di bawah hukuman Allah, bertobatlah, dan
terimalah baptisan, untuk menjadi Israel yg sejati.”
Jadi makna baptisan Yohanes adalah pertobatan, berpaling dari hidup
lama, untuk mengikat kembali Perjanjian dengan Allah – Israel yg sejati.

2. Baptisan Kristus.
Ketika kita percaya Yesus, maka melalui iman, kita dipersatukan (baptis
= dicelup / dimasukan) dengan kematian dan kebangkitan Kristus.
Di dalam sidang pengadilan ilahi, ketika Allah Bapa melihat kita, Dia
tidak melihat dosa kita, tapi kebenaran Kristus. Ketika Dia melihat
Kristus yg disalib, Dia tidak melihat kebenaranNya, tapi dosa kita yg
ditimpakan kepadaNya.
Hasil dari baptisan Kristus ini adalah, Allah memberi vonis bebas /
benar, kepada orang berdosa yg beriman kepada Kristus.

3. Sakramen Baptisan.
Gereja memberitakan Injil melalui 2 macam Firman: Firman yg diberitakan
(kotbah), dan Firman yg dilakukan (ritual sakramen).
Sakramen Perjamuan Kudus memberitakan kematian Kristus untuk menanggung
dosa2 kita.
Sakramen Baptis memproklamirkan orang yg dibaptis sudah dipersatukan
dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Mendapatkan pembenaran dari
Allah Bapa (vonis bebas / benar dalam sidang ilahi).
Keselamatan sudah diterima, sebelum orang ini dibaptis!

Hal yg terpenting bukan cara ritualnya, tapi proklamasinya.
Karena dalam sakramen Perjamuan Kudus, kita juga sudah mengubah format
ritualnya, kita tidak lagi melakukan perjamuan kudus seperti yg
dilakukan Yesus. Pada saat itu Yesus melakukan perjamuan Paskah Yahudi.
Ada domba yg disembelih, ada roti tak beragi. Di malam Paskah, ada
perjamuan makan malam, daging domba harus dihabiskan di malam ini,
sisanya dibakar sampai habis.
Ke-2 cara baptisan (celup dan percik) bisa dipakai.
Baptis celup menekankan kesatuan dengan kematian Kristus.
Baptis percik menekankan efeknya, penyucian / pembenaran ilahi.

4. Baptis Roh Kudus.
Dalam percakapan dengan Nikodemus, Yesus berkata, kalau Nikodemus tidak
lahir dari atas (dilahirkan oleh Roh Allah), Dia tidak bisa melihat
Kerajaan Allah.
Jadi ketika seseorang bisa beriman kepada Kristus, maka sebenarnya dia
sudah dilahirkan oleh Roh Kudus. Rohani yg mati dihidupkan kembali oleh
Roh Kudus.
Setiap orang percaya sudah menerima Roh Kudus sebagai materai (Ef.
1:13-14).

5. Panggilan.
Eph. 4 berbicara tentang pelbagai macam jabatan gerejawi. Setiap orang
yg telah ditebus Kristus menjadi tawananNya (Ef. 4:8). Kita bukan hidup
untuk diri kita sendiri, tapi setiap orang percaya sekarang dijadikan
“pemberian-pemberian kepada manusia.”
Rasul, nabi, pendeta, penginjil, pengajar, administrator gereja,
semuanya adalah pemberian Allah bagi jemaat. Semuanya dipanggil Allah
untuk melayani sesama.
Panggilan ini sifatnya khusus, semua orang menerima jenis panggilan yg
berbeda.

by : Ev. Iwan Tanusaputra

Natal

Filipi 2 : 5 -11

Apakah yang istimewa tentang natal? Apakah tentang Yesus Kristus datang ke dunia? Allah yang rela datang kedunia?

Peristiwa ini telah berlalu lebih dari 2000 tahun yang lalu, namun masih meninggalkan dampak bagi dunia. Ketika Allah berkata, “Akulah Allah” maka yang harus kita perhatikan adalah tidak ada seorang pun yang menyatakan dirinya seperti itu.

Yesus adalah anak Allah, maka tidak heran apabila ketika kita melihat Yesus, kita juga melihat Allah. Kita adalah ciptaan Allah, yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah maka sudah sepatutnya ketika orang lain melihat kita, orang-orang di sekitar kita harus bisa melihat kemuliaan Allah yang terpancar dari diri kita. Jika tidak, maka patut dipertanyakan siapakah kita sebenarnya?

Allah yang rela turun ke dunia menjadi manusia biasa. Mengapa Dia mau melakukannya? Kita bisa melihat penggambarannya seperti ini, jika Allah ingin berkomunikasi dengan anjing maka Dia akan menjadi anjing. Namun, Allah begitu rindu untuk berkomunikasi dengan kita maka dengan rela, dia menjadi salah satu dari kita menjadi manusia. Manusia yang rapuh dan terbatas. Dapatkah kita bayangkan? Allah yang mulia dan berkuasa serta tidak terbatas mau merendahkan diri menjadi seperti kita, yg lemah, terbatas serta merasakan sakit dan penderitaan. Hanya untuk apa?      Hanya untuk berkomunikasi dengan kita sehingga kita mengetahui siapa itu Allah.

Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati. Dia tumbuh seperti kita bertumbuh, menjadi seorang tukang kayu. Dia juga dicobai seperti kita dicobai, hanya Dia tidak berdosa. Memiliki dorongan yang sama, juga memiliki hasrat. Dia menderita seperti kita menderita, Dia menangis, Dia marah, Dia lelah, Dia merasakan sakit dan sebagainya, seperti kita. Kita pun  bisa menjadi seperti Dia.

Yesus datang untuk mati. Mengapa? Dia merendahkan diriNya sendiri, menyerahkan diri untuk mati di atas kayu salib, mati bagi kita semua untuk menyatakan kasih Allah. Dia rela mati bagi kita bahkan ketika kita masih berdosa. Yesus digantung di atas kayu salib untuk menyatakan kasihNya kepada kita semua dengan memberikan nyawaNya bagi kita. Tetapi ironisnya, kita menolak Dia.

Inilah Natal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga mengaruniakan putraNya yang tunggal, …

Ketika kita berada di jalan raya maka kita harus mengikuti peraturan di jalan raya.  Kita melampaui kecepatan maksimum yang ditetapkan atau tidak mengikuti rambu lalu- lintas maka kita pasti akan ditilang/didenda. Sedangkan hidup di dunia, peraturannya adalah ketika kita berdosa maka upahnya adalah maut.

Jika anda ingin menolong seseorang yang tenggelam maka biasanya anda tidak langsung turun menolong orang tersebut, karena orang itu sedang panik. Setelah orang itu tenang, baru anda sebagai penyelamat akan datang dan menolong orang tersebut. Sama dengan kita yang sering kali panik karena dosa kita, Tuhan akan menyelamatkan kita pada saat kita sudah mulai tenang dan sadar.

Yesus datang ke dunia, mati dan bangkit pada hari ketiga (Paskah). Inilah yang dirindukanNya bagi kita semua. Keselamatan! Keselamatan adalah bentuk kebebasan dari dosa.

Hasil dari Natal adalah Yesus adalah Tuhan. Akan tiba saatnya ketika semua lidah mengaku bahwa dia adalah Allah. Dia yang tidak berhenti sampai pada kematianNya.

Tuhan memiliki banyak arti : Raja, Kaisar dan Allah

Yesus adalah Tuhan yang berarti kita mengakui Dia sebagai Allah. Kita  percaya bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali-Nya. Tidak akan ada sesuatupun yang lepas dari pengawasanNya.  Bahkan ketika engkau tidak mengenaliNya, engkau percaya bahwa Dia adalah Tuhan. Kita menempatkan diri kita berlutut dan menaati seluruh perintahNya. Berkomitmen total kepada-Nya secara total.

Setiap orang, termasuk yang belum percaya, orang-orang yang sombong, setiap agama, segala umur, pria, wanita, pengusaha, pelajar, guru, suatu saat akan berkata dengan mulutnya, “Dialah Tuhan!” dari pendosa hingga umat percaya akan mengakui bahwa Yesuslah Tuhan. Artis, presiden, politikus, dan semua orang termasuk dirimu akan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Raja, mengapa engkau tidak mau mengakuinya sekarang?

Pokok permasalahannya adalah bukan apakah engkau akan mengakui-Nya atau tidak? Tetapi permasalahannya, kapankah anda akan mengakui-Nya sebagai juru selamat pribadi anda?

Tidak peduli apakah engkau lelah, takut, putus asa, kecewa, sedih tapi di saat Natal ini, ketika engkau mengakui Yesus adalah Tuhan, maka engkau akan diselamatkan.

 

                         Jika engkau mengakui-Nya dengan mulutmu, engkau akan diselamatkan.